Rabu, 28 November 2012

Kesuksesan yang diraih dengan OTAK KANAN, USAHA DAN DOA


?
Assalammualaikum wr.wb
Di sini saya ingin menuliskan bagaimana caranya kita sukses yah.. walaupun saya belum menjadi orang besar (sukses) namun saya telah merasa bersyukur dengan apa yang telah saya capai tentunya segala sesuatu yang telah saya capai yaitu semua hal yang awalnya saya impikan, walau belum semua impian itu tercapai namun saya akan terus melanjutkan apa yang saya impikan.
Oh yah sebelumnya perkenalkan nama saya Nuranisah saya siswi kelas 3 smk di salah satu smk favorit di daerah saya tinggal yaitu kota tangerang hem bagi saya cukup untuk perkenalan diri.
Selanjutnya saya ingin memberikan alasan mengapa saya mangatakan pada awal kisah saya ini dengan “bagaimana cara kita sukses” yah, saya tak ingin orang lain menganggap saya so tau karena saya berusaha mengajarkan orang lain untuk menjadi sukses dengan umur dan pengalaman yang menurut orang dewasa masih terlalu minim. Baiklah masuk pada intinya saya hanya ingin menjadi seseorang yang  memberikan pengalaman dan sekedar informasi kepada semua orang bahwa kesuksesan dapat di raih oleh siapa saja, siapa saja yang saya maksud di sini bukan “sukses milik semua orang” yah memang menjurus ke sana namun saya ingin melengkapi kalimat itu, kalimat yang selalu di bicarakan oleh semua orang untuk memotivatori orang lain, bagi saya “sukses milik kita semua” itu berarti kesuksesan akan di dapat oleh semua orang dimulai balita, anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Mengapa saya menambahkan kriteria orang yang dimaksud telah mendapatkan kesuksesan?. Saya hanya ingin memperjelas saja menurut saya perkataan orang yang menyatakan kesuksesan milik semua orang orang yang dimaksud disana adalah orang yang telah dewasa, yang banyak sekali pengalamannya entah apakah itu benar atau tidak, namun bagi saya bukan! kesuksesan dapat diraih oleh orang-orang yang saya sebutkan tadi di atas.
Oh ya telah banyak saya beerkata hampir saja saja lupa apa sih judul tulisan saya ini?????. Sebenarnya saya tidak melupakan hal terpenting contohnya seperti ini saya tidak akan lupa mengenai JUDUL TULISAN saya ini, mengapa pada bagian atas yang biasanya tercantum judul tulisan telah saya berikan simbol tanda tanya (?) alasannya adalah hanya saja saya ingin membuat semua orang bertanya apa sih judul tulisan ini dan membuat mereka ingin mengetahui tentang apa tulisan ini apa manfaatnya sehinga mereka ingin membacanya mungkin ini pun telah masuk kedalam fikiran dan menjadi pertanyaan pada saat anda melihat tulisan ini, ya anda yang saat ini tengah membaca tulisan saya. Itulah cara saya menarik anda untuk membaca tulisan ini.
Ya tulisan ini saya beri judul “MERAIH SUKSES DENGAN OTAK KANAN, USAHA DAN DOA”
Mengapa demikian?
Karena
1.      saya tipe orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan saya
2.      Usaha adalah cara untuk mendapatkan suatu kesuksesan
3.      Doa itu sangat penting sekali untuk sebuah kesuksesan
Sungguh alasan yang begitu simpel dan sederhana, namun setia orang bisa saja mempunyai alasan yang sama namun berbeda pemikiran mengapa dia telah memberikan jawaban itu atas pertanyaan yang terlontar. Saya pun begitu saya mempunyai pemikiran atau penjelasan mengapa saya memberikan judul itu.
Untuk arti dari kata OTAK KANAN
Kesuksesan itu bermula dari cara kita berfikir. Apa kalian setuju dengan saya? Jika ya selamat anda adalah tipe orang yang selalu memikirkan segala sesuatu dengan masak, kenapa? Karena setiap orang yang berjalan atau melakukan sesuatu pasti bertujuan kepada satu arah. Nah dengan adanya tujuan itu pasti awalnya kita berfikir bagaimana kita dapat mencapai tujuan itu, bagaimana jika jalan yang kita tempuh itu ada masalah sehingga kita tidak dapat melewati jalan itu?, apakah ada jalan lain?, apakah ada cara bagaimana untuk tetap berjalan di jalan yang telah di rencanakan tanpa resiko?. Itu semua harus anda fikirkan dalam mencapai sesuatu jika anda berfikiran seperti apa yang baru saja saya katakan berarti anda tipe perencana yang baik dan itu adalah tipe pemikiran otak kanan. Inilah ciri-ciri pemikiran manusia yang lebih mendominankan otak kanan
Dominan Otak Kanan
Menggunakan perasaan
Berorientasi secara keseluruhan
Melihat imajinasi
Simbol dan gambaran
Hari ini dan masa depan
Filosofi dan religi
Memahami
Mempercayai
Mengapresiasi
Mempersepsi secara spasial/ruang
Mengetahui kegunaan objek
Berdasar pada fantasi
Berdasar pada apa yang terjadi
Terburu-buru/tidak sabar
Mengambil resiko
Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing2 dalam penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya. Hal ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan sejak dalam kandungan. Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun kiri merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta.
Dikarenakan kedua kecenderungan berpikir ini, baik dengan otak kanan maupun dengan otak kiri merupakan ciptaan Allah, maka ada baiknya kita masing2 membuka diri untuk menyelami dan menghayati keperbedaan ini, dengan sikap yang positif.
Untuk arti USAHA
Usaha yang saya maksud bukan usaha berdagang atau lain sebagainya. Usaha yang saya maksud adalah upaya / cara yang seharusnya kita semua lalukan untuk mencapai sesuatu impian kita.
Ingin saya berikan beberapa contoh kecil?
1.      Apakah anda sering melihat bayi menagis?
Bayi itu menangis bukan berarti dia cengeng atau karena memang dia anak kecil melainkan bayi itu sedang berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan, anda tau apa yang dia inginkan? Ya benar saja dia merasa haus dan lapar karena dia belum pandai untuk berkata-kata jadi dia menangis, itulah usaha yang dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia mau. Dan apa anda sempat berfikir mengapa setiap kali bayi itu mengangis ibu selalu mengerti apa yang kita inginkan? Karena ibu tau ibu merasakan, ibu melihat, dan ibu mendengar betapa keras bayi kecilnya menangis pasti bayi itu menginginkan sesuatu.

2.      Anak kecil yang menangis ketika ingin sepedah
Ini pengalaman saya sendiri, masih teringat jelas di memori saya bahwa ketika saya ingin sekolah kelas 1 sd saya telah melihat teman-teman saya yang telah memiliki sepedah bagus nan keren tetapi saya belum mempunyai itu. Suatu ketika pada saat saya mulai cemburu pada teman-teman saya saya berusaha untuk berbicara kepada ibu untuk membelikan saya sepedah ibu merasa iba ketika mendengar dan melihat ekspresi wajahku di saat aku menceritakan hal ini kepadanya. Namun apa daya ibu berfikiran yang menurutku wajar pada saat ini tapi untuk pemikiranku pada saat itu ibu tidak mengerti aku karena ibu berkata “memang kamu bisa de? Kamu ini kan masih kecil nanti kalau kamu jatuh bagaimana? Nanti kamu terluka ibu tidak ingin kamu terluka belum lagi nanti ayah bertanya mengapa dengkulmu ketika ayah melihat jika kamu habis jatuh nanti”
Ucapan yang begitu perhatian namun pemikiranku pada saat itu ibu tidak sama sekali mengerti aku karena ibu telah melarang aku untuk bersepedah. Namun aku merengek pada ayah untuk mengajariku menggunakan sepedah. Iya tentu saja ayah dengan tersenyum langsung menggambilkan sepedah kakakku dan mengajakkku keluar rumah. Awalnya aku menaiki sepedah aku di jaga oleh ayah (ayah memegangi sepedahku) dari belakang, setelah ayah yakin aku bisa ayah mulai melepaskan aku, namun sayang aku terjatuh akan tetapi ayah tak memarahiku ayah hanya tertawa kecil, menghampiriku dan berkata “de jatuh pada saat belajar sepedah itu wajar, jadi kamu tidak usah takut yah berusahalah terus ayah yakin kalau kamu latihan setiap hari pasti kamu lancar menaiki sepedah ini”. Selalu teringat dengan kata-kata ayah jadi setiap sehabis pulang sekolah aku pasti meminjam sepedah kakakku, yah walau terkadang tidak di ijinkan aku pasti memasang wajahku yang sangat tidak mengenankan sekali (bukankah itu termasuk usahaku untuk dapat meminjam sepedah kakakku?) hari demi hari aku belajar sepedah akhirnya aku bisa oh yah tak ku sangka ternyata yah dan ibu memperhatikan aku dari jendela rumah. Suatu ketika saat aku sedang asyik bermain sepedah ayah memanggilku menyuruhku untuk ikut dengan ibu, hem aku tak tau ibu ingin pergi kemana namun aku ikut saja karena aku tau jika ibu mengajakku untuk pergi pasti itu adalah tempat yang menyenangkan, aku dan ibu pergi menggunakan kendaraan umum di perjalanan aku bertanya “bu kita ingin kemana?”
ibu tersenyum dan berkata “kita ingin kepasar”
aku bertanya kembali “ko ke pasar siang-siang bu?biasanya kan pagi-pagi”,
ketika ibu ingin menjawab pertanyaanku ternyata kami sudah sampai langsung saja ibu membayar ongkos dan kami pun turun, setelah itu kami berjalan menuju toko sepedah,
“bu?” panggilku
Ibu menjawab “apa de?”
aku bertanya kembali “ko kita kesini bu?”
ibu tersenyum dan menjawab “iya de kita kan kesini ingin membeli sepedah untuk kamu, kamu mau kan de?”
aku terdiam dan sedikit berfikir namun ibu kembali melontarkan pertanyaan “kamu mau yang mana de?pilihlah mana yang kamu suka”
aku menjawab “benar yah bu?” aku memilih sepedah yang ada keranjang di depannya dan berwarna pink (merah muda) wrna kesukaanku.
Setelah memilih, dan membayar aku berucap pada ibu “bu terimakasih yah”
ibu hanya mengelus kepalaku dengan penuh kelembutan, oh yah aku bersama ibu pulang dengan becak aku dan ibu duduk di dalam sedangkan sepedahku di pangku oleh ibu dan aku. Sesampainya di rumah aku menghampiri ayah “ayah terimakasih ya telah membelikan aku sepedah”
ayah tertawa dan berkata “ya dede”.
Pesanku diceritaku yang ini adalah “JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK MENCOBA” mencoba seperti yang aku lakukan, di mulai meminta di belikan sepedah, meminjam sepedah kakak, dan meminta ayah untuk mengajariku sebagai bukti bahwa aku benar-benar ingin bisa memiliki dan menaiki sepedah.
3.      Aku Tidak Mengerti
Kebanyakan dari teman sd ku sebelum sekolah dasar mereka masuk TK terlebih dahulu. Namun aku bisa membaca, menulis dan berhitung karena ibu dan ayah selalu mengajariku sewaktu aku belum sekolah, dimulai dari majalah-majalah anak kecil , buku gambar, koran yang menarik semua ibu dan ayah bahkan kakak memperlihatkan itu kepadaku dan mengajariku, jadi pada saat aku masuk sd aku tidak khawatir, sayang sekali walau aku dapat membaca dan berhitung tapi aku belum terbiasa dengan belajar yang benar-benar belajar. Pada saat ulangan aku menangis karena aku tidak mengerti, ibu yang sedang berada di luar menungguku langsung saja ku hampiri terhampiri. Pada saat di tanya oleh ibu mengapa aku menangis aku menjawab “bu aku tidak mengerti pulang saja yuk tapi aku sudah berusaha menyelesaikannya”. Ibu melihatku dengan tatapan penuh tanda tanya, tapi ibu senang karena aku sudah menyelesaikan ulanganku. Tidak seperti yang lainnya mereka merengek keluar namun belum menyelesaikaannya. Ibu patut bangga denganku. Setelah kejadian itu ibu menyuruhku untuk les dengan guru wali kelasku, pada saat itu wali kelasku adalah ibu maya masih sangat teringat jelas sekali karena saya sangat menyayanginya tanpa dia aku hanyalah murid yang biasa saja. Setiap sore hari aku pergi kerumahnya untuk les. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun selama 5 tahun aku les bersamanya bahka dia telah memperlakukanku seperti anaknya sendiri. Oh ya hasil dari lesku selama 5  tahun adalah aku selalu mendapatkan rangking 1 di kelas dan itu setiap semesternya, bahkan hingga aku kelas 6 dan lulus dari sekolah itu. Sungguh tak pernah ada usaha yang sia-sia, aku tak menyesal telah kehilangan waktu bermainku di sore hari, karena aku sudah cukup puas bermain pada saat sepulang sekolah. Aku hanya ingin aku dapat berhasil di kelas dan membanggakan kedua orang tuaku. Dari cerita ini apakan anda dapat menyimpulkan apa kesimpulan dari ceritaku yang ini?. Apa menurut anda?. Kalau menurut saya “TAK SEMUA WAKTU UNTUK BERMAIN, COBALAH BERUSAHA UNTUK MEMBAGI WAKTUMU SEBAIK MUNGKIN, KARENA ITU MENENTUKAN BAGAIMANA MASA DEPANMU KELAK”
4.      Memasuki Masa Remaja
Usiaku saat itu 13 tahun tepatnya kelas 1 SMP yah aku telah memasuki masa remajaku, contohnya aku sangat senang sekali bermain ku akui sangat jarang sekali aku belajar aku selalu saja bermain bersama teman-temannku, entah kapanpun waktu itu. Tapi awalnya aku tak di ijinkan oleh ayah dan ibu untuk pergi bersama teman-temanku namun aku merengek memohon pada ayah dan ibu agar aku di ijinkan main seperti teman-temanku yang lain, dan hasilnya tentu ayah dan ibu memberikanku ijin aku senang sekali pada saat dimana aku setara dengan teman-temanku. Tapi setelahnya aku meminta lebih aku meminta ayah dan ibu mengijinkanku untuk pergi pada malam hari. Aku tau ayah dan ibu sangat mencemaskanku ketika aku ingin pergi malam hari namun ayah dan ibu tak mau mengecewakanku karena teman-temanku telah menunggu aku di depan rumah, tapi sayang aku selalu mengecewakan ayah dan ibu. Sangat sering sekali aku di marahi ayah dan ibu karena terlalu sering bermain. Tapi mau bagaimana aku sangat menyukainya ketika itu. Suatu ketika aku pergi bersama teman-temanku ke sebuah Mall yang terdekat dari rumahku. Aku sangat senang sekali menonton film Bioskop seperti biasa sebelum menonton kami makan dahulu, nah pada saat makan aku tak mengerti karena ada beberapa temanku membawa rokok, aku terheran heran dan bertanya “loh? Ko lu bawa rokok?”
salah seorang temanku menjawab “iyah nis kenapa emang?”
aku menjawab “engga apa-apa kok Cuma heran aja ko lu ngerokok berani banget”
temanku “iyah kenapa si nis engga apa-apa ko lu mau?”
aku menjawab “ah engga makasih deh”
saat sampai di rumah aku langsung bercerita kepada ibu “bu tau engga?”
ibu menjawab “kenapa de”
aku “masa tadi kan aku nonton yah bu eh makan dulu bu sebelumnya eh masa temen-temen aku ada yang ngerokok bu”
ibu “terus kamu ikutan de?” aku “engga lah bu aku udah cukup buat ibu sama ayah kecewa dengan bermain terus aku tidak ingin menambah kekecewaan ibu dan ayah”
ibu “iyah de ibu dan ayah selalu memarahimu karena ibu dan ayah sangat menyayangimu” aku “aku tau bu maka dari itu aku tidak ingin membuat ayah dan ibu malu dengan kelakuanku”
ibu “sudah de kamu tidak ikut-ikutan mereka juga ibu sudah buat ibu lega, ini lah yang ayah dan ibu takutkan takut kamu mengikuti jejak teman-temanmu”
aku “iyah bu aku tak menyangka mereka sangat berani sekali, tapi tidak semua teman-temanku seperti itu bu hanya beberapa saja dan kebanyakan dari mereka sepertinya mereka melakukan itu tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja”
ibu “ iya de itu salah satu dampak dari kurangnya kasih sayang”
aku “kasih sayang bu? Memang iyah? Berarti aku beruntung yah bu karena walau ayah sibuk bekerja tetapi pada saat weekend ayah libur dan ada waktu bersama ku untuk memancing (aku dan ayah sangat senang sekali memancing) terlebih ibu, ibu ada di rumah menungguku saat aku pulang sekolah, menawariku makan bahkan ibu selalu menyuapiku ketika aku makan ikan (karena aku takut menelan tulang ikan)”
ibu “iyah ibu dan ayah berusaha membahagiakan kamu dan kakak de”
aku “terimakasih bu”
ibu “iyah dede”
bagitulah percakapan ku dengan  ibu, oh yah aku sangat dekat sekali dengan ibu apapun yang aku lakukan di sekolah aku selalu bercerita kepada ibu, dan ibu mendengarkanku, bagiku ibu adalah pendengar yang baik untuk aku.
Suatu ketika pada saat aku sedang belajar ternyata nama aku, dan teman-temanu di panggil oleh guru BP melalui radio sekolah. Aku merasa keheranan dan cemas dan ternyata benar saja kami semua di panggil karena ada salah seorang kami melaporkan pada guru BP kami karena telah melihat kami merokok. Di sana aku menangis, menangis karena aku tidak melakukan ibu walau ibu tau aku tidak merokok namun ibu pasti malu untuk datang ke sekolah hanya untuk menghadiri panggilan seperti itu yang ibu mau hanya panggilan karena prestasi. Aku sempat kecewa kepada teman-temanku pada saat mereka tidak mengakui kesalahan mereka tak ada satu pun dari teman-temanku yang mau mengakui bahkan mengeluarkan suara mereka, kata-kata yang mereka ucap hanya “tidak bu kita tidak merokok” hanya kalimat-kalimat sanggahan yang mereka lontarkan dan pada akhirnya untunglah teman ku yang melaporkan tak mempunyai bukti yang kuat jadi kami semua pun terbebas dari hukuman baik hukuman bersih-bersih maupun hukuman di skors. Aku sangat bersyukur sekali. Sepulang sekolah aku dan teman-temanku berkumpul dan membicarakan hal ini namun mereka menyalahkan temanku yang telah melaporkan, aku angkat bicara pada saat itu “ kalian tuh bukannya bersyukur udah engga ketauan malah menyalahkan orang lain”
Iyah wajah teman-temaku memang tak enak sekali di pandang pada saat itu. Aku bergegas untuk pulang. Saat sampai di rumah aku menghampiri ibu dan bercerita panjang lebar mengenai kejadian hari ini di sekolah. Ibu tersenyum kecil dan berkata “iyah de yaudah kamu harus bersyukur de udah jangan bermain dengan teman-temanmu yang seperti itu”. Sejak saat itu aku jarang sekali bermain dengan mereka. Kebetulan pada saat aku kenaikan kelas aku berpisah dengan teman-temanku. Aku satu kelas dengan putri, diana, dela, dan yuli awalnya aku sangat dekat sekali dengan putri, diana dan dela. Namun setelah duduk di acak akhirnya aku duduk bersama yuli. Nah yuli inilah yang telah merubahku untuk menjadi seseorang yang baru. Aku berusaha merubah pola pikirku dan merubah diriku untuk menjadi yang lebih baik Yuli sahabatku yang mengajariku belajar ketika aku tak paham, yulilah orang yang aku tanya ketika aku kebingungan, tapi aku tetap menjalin persahabatan dengan puput, diana dela, dan amel walaupun amel beda kelas dengan ku. karena merekalah teman yang sama sekali tidak merokok dan mereka sahabat terbaiku J . Terimakasih ibu, ayah, dan sahabat karena kamu aku menjadi seseorang yang berusaha menjadi anak yang membanggakan walau banyak teman-temanku yang tak menyukai perubahanku tapi aku tak peduli itu. Yah begitulah kisah remajaku penuh dengan lika-liku aku di pertemukan dengan teman-temanku yang sebagiannya nakal, kemudian bertemu dengan teman-teman yang terbaik. Pesanku untuk cceritaku yang ini adalah “BANYAK TANTANGAN DI SAAT KITA INGIN MENCAPAI SESUATU NAMUN BERFIKIRLAH UNTUK MENCARI JALAN KELUAR ATAU BAHKAN MENCARI JALAN LAIN UNTUK TETAP BERJALAN MENUJU TUJUAN”
5.      Menentukan Masuk SMK
Kelulusan di depan mata ku dan teman-temanku. Dan pada saat itulah aku dan teman-temanku merasa kebingungan akan melanjutkan kemanakah kami melak. Aku memutuskan untuk masuk SMK namun banyak dari teman-temanku melanjutkan SMA karena bagi mereka SMA adalah salah satu sekolahan yang menyenangkan di bandingkan dengan SMK. aku tak begitu memperdulikan perkataan mereka. Aku masuk SMK pastinya mempunyai beberapa alasan yaitu karena aku ingin membuat diriku mempunyai beberapa bekal yang banyak jadi sewaktu lulus SMK aku dapat bekerja dengan kemampuanku yang berkualitas dan berpotensi. Namun yang aku fikirkan di manakah SMK yang tepat pada saat kebingungan ternyata ada siswa dan siswi SMK Prudent School yang datang dan memberikan informasi mengenai sekolah tersebut aku dan amel pun tertarik untuk masuk di sana, walau tempatnya jauh namun tak apa aku ingin mendapatkan suasana dan pengalaman baru dan lebih banyak lagi. Aku dan amel masuk SMK Prudent School walau pengumuman kelulusan belum di informasikan namun aku dan amel telah resmi menjadi siswi SMK Prudent School. Hingga saatnya pengumuman kelulusan telah diberitahukan akhirnya aku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan “32.40”. Langsung saja saya jelaskan pada saat kesan pertama saya untuk SMK Prudent School, sungguh suasana yang tak berbeda jauh dengan sekolah sebelumnya. Dan untuk peraturan yang menurutku wajar dan sudah biasa jadi aku tidak keberatan dengan peraturan sekolah ini hanya saja memang waktu belajarnya yang sangat lama, tapi aku berusaha untuk bertahan karena sekolah sepanjang 8 jam kan itu juga karena untuk membiasakan diri kita pada saat bekerja kelak. Namun sayang sahabatku amel dia tak bertahan dia memutuskan untuk pindah sekolah awalnya aku ingin mengikuti amel tapi aku berfikir kembali bahwa aku tak ingin membuat ayah dan ibuku terbebani dengan kemauanku yang sangat membuat mereka pusing memikirkannya. Jadi aku tetap bertahan di sekolah itu bagi ku sekolah SMK Prudent School adalah sekolah yang sangat-sangat proffessional dalam mendidik siswa siswinya. Tak pernah aku mendapat dan melihat sebuah pembelajaran seperti di SMK Prudent School ini. Di sinilah aku mendapatkan sekali pencerahan dimulai dari seringnya kami diberi motivasi-motivasi oleh guru-guru kami, di perlakukan seperti orang dewasa dan di fasilitasi sebuah suasana perkantoran yang sangat real. Oh yah persahabatanku dengan teman-teman SMP ku tak terputus kami saling berkomunikasi melalui media komunikasi walau aku adalah orang yang jarang sekali berkumpul dengan mereka tetapi bukan berarti aku melupakan mereka mereka, hanya saja aku merasa ingin memfokuskan diriku untuk mencapai impian-impianku yang telah aku rencanakan. Sesekali aku pun berkumpul dengan mereka saling bertukar informasi mengenai sekolah kami masing-masing namun pada saat aku menceritakan sekolah ku mereka dengan bersemangat mendengarkan ceritaku dan berkomentar seperti “wah nis sekolahan lu keren banget yah gue suka deh jadi dengarnya tuh engga nge bosenin” aku bersyukur karena ada beberapa menyukai sekolahku namun ada saja yang tak menyukai dengan ceritaku namun suatu ketika membicarakan mengenai pelajaran temanku yang SMA ternyata baru mempelajari Ms. PPT wah aku langsung menyambar dan berkata “lah?lu baru belajar PPT”
Temanku “emang lu belajar juga?”
Aku “iyah dong”
Temanku “baru juga nis?
Aku “engga gue udah lama udah dari kelas satu di ajarin PPT”
Temanku “oh gitu keren dong nis”
Aku “iyah dong lu sih suka jutek kalau gue lagi cerita kan engga boleh gitu tau kan sekolah SMA atau SMK sama aja sama-sama menuntut ilmu”
Temanku “iyah deh nis maaf yah”
Dari percakapan itu aku dan temanku selalu sharing mengenai pelajaran-pelajaran. Pada suatu ketika temanku yang lain sedang ada tugas dan dia memintaku untuk membantunya. Aku dengan senang hati menolongnya oh yah jika salah satu dari kami meminta tolong bantuan tugas kami pasti bertiga. Nah berhubung aku paling telat diantara mereka jadi puput (nama temanku yang mempunyai tugas) telah mengerjakannya sebagian dengan temanku yang lain. Pada saat sampai aku melihat hasil pekerjaan puput dan temanku kemudian aku berusaha untuk menambahkan efek-efek pada tulisan dan gambar. Hasilnya sangat menarik temanku yang siswi SMA mulai sejak itu tak lagi meremehkan siswi SMK karena aku telah menunjukan bahwa siswi SMK aku berbeda dengan yang lain. Namun apapun itu memang seharusnya temanku itu harus saling menghargai sesama.
6.      Nilai Presentasi
Kelas dua SMK kegiatan yang wajib ku ikuti adalah Prakerin (Praktik Kerja Industri) aku di tempatkan di PT Industira sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang kelistrikan, aku sangat bersyukur dengan tempat Prakerinku karena disanalah aku mendapatkan sebuah motivasi baru aku telah di tempatkan di bagian terpenting untuk melakukan produksi produk perusahaan. Aku mendapatkan dua pembimbing yang selalu memotivasiku untuk terus berusaha dan pembimbing sekolah yang sangat luar biasa. Kewajiban setelah melakukan Prakerin adalah Presentasi. Yah presentasi mengenai prakerin. Saat ingin presentasi mula-mula aku mempersiapkan bahan-bahan yang akan aku presentasikan, kemudian aku berusaha bertanya-tanya mengenai hal yang belum aku ketahui. Oh yah pada saat aku berbincang dengan pembimbing kantorku, pembimbing kantorku mengatakan seperti ini “nis kamu presentasi harus bagus loh”
Aku “iyah pak akan saya usahakan”
Pembimbing “harus”
Aku “iyah”
Pembimbing “emang berapa si nis target nilai presentasi kamu”
Aku “80 pak”
Pembimbing “ah kecil 90 berani gak”
Aku “wah berat pak itu mah saya engga mampu”
Pembimbing “makannya berusaha dong”
Aku “iyah deh pak tapi kurangin lah pak”
Pembimbing “90 nisa”
Begitulah sedikit percakapanku.
Tiba saatnya aku selesai mengumpulkan semua bahan-bahan dan telah mengolahnya setelah itu aku berusaha untuk mempelajari apa yang telah aku buat dan aku tumpahkan kedalam Laporan Prakerin seperti makalah jenisnya. Aku berusaha untuk mempelajari dan terus mempelajarinya. Hingga saatnya aku presentasi aku pun membuka awal pembicaraanku dengan mengucap salam, setelah itu aku mulai mempresentasikan semuanya. 20 menit aku berada di dalam ruang meeting yang hanya berisi 4 orang aku, kepala sekolah, mentor serta evaluator. Tangan bergetar, dingin, gugup semua merasuki raga namun aku berusaha menstabilkan fikiranku untuk tetap fokus dan menjawab semua pertanyaan- pertanyaan yang terlontar. Namun seminggu kemudian hasil pesentasi telah di umumkan dan ternyata nilaiku sangat memuaskan dan melebihi targetku dengan pembimbing kantorku yaitu “95” wah sangat bangga saya pun antara percaya dan tidak ketika melihat hasilnya. Aku bangga dengan apa yang ku dapatkan dengan usahaku yang sangat luar biasa, walaupun pada awalnya aku tak yakin bahwa aku dapat mencapai targetku terlebih lagi dengan bantuan nialai Prakerinku aku mendapatkan peringkat 4 di kelas. Dan pesan saya untuk cerita yang terakhir ini adalah “YAKINI DIRIMU BAHWA KAMU ADALAH PEMENANG KAMU ADALAH PEMENANG DAN KAMU ADALAH PEMENANG”
Untuk pengertian DOA
Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya.
Maka dari itu doa menjadi hal terpenting dalam mencapai kesuksesan. Terlebih lagi doa orang tua. Mengapa demikian? Karena doalah yang nantinya menentukan setelah kita berfikir keras dan melakukan usaha yang dapat kita lakukan.

Jadi bagaimana menurut anda mengenai persepsi saya pada penjelasan awal yang saya katakan bahwa kesuksesan dapat di raih oleh siapa saja dan orang itu bisa saja “Bayi, Anak-anak, Remaja, Dewasa dan Orang tua. 1 kata motivasi saya untuk anda dan untuk menutup tulisan saya ini adalah “SEORANG BAYI SAJA BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN KESUKSESAN (APA YANG DIA INGINKAN) MENGAPA KITA YANG SUDAH MEMPUNYAI BANYAK MENDAPAT PENGAJARAN, PELAJARAN DAN PENGALAMAN TIDAK INGIN BERUSAHA MENDAPATKAN KESUKSESAN J”
SO, SEMUA KITA YANG MENENTUKAN BUKAN ORANG LAIN MULAILAH DARI PEMIKIRAN, USAHA DAN BERDOA. J

Terimakasih saya ucapkan kepada Bpk. Muhammad Didi Ahmadi S.Psi yang telah memberikan saya kesempatan untuk menulis mengenai kesuksesan sekaligus membuat saya menggali dan terus menggali apa yang ada di fikiran saya untuk saya keluarkan bahkan saya tulis diatas lembaran kertas putih ini. Kata demi kata saya tulis di mulai dari kepusingan membuat dan memulai tulisan ini hingga inspirasi sehingga tulisan ini pada akhirnya pun dapat teselesaikan pada tepat waktu.

Rabu, 07 November 2012


CINTA SEORANG AYAH 

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..
Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu……
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:
“Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..
Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..