?
Assalammualaikum wr.wb
Di sini saya ingin
menuliskan bagaimana caranya kita sukses yah.. walaupun saya belum menjadi
orang besar (sukses) namun saya telah merasa bersyukur dengan apa yang telah
saya capai tentunya segala sesuatu yang telah saya capai yaitu semua hal yang
awalnya saya impikan, walau belum semua impian itu tercapai namun saya akan
terus melanjutkan apa yang saya impikan.
Oh yah sebelumnya
perkenalkan nama saya Nuranisah saya siswi kelas 3 smk di salah satu smk
favorit di daerah saya tinggal yaitu kota tangerang hem bagi saya cukup untuk
perkenalan diri.
Selanjutnya saya ingin
memberikan alasan mengapa saya mangatakan pada awal kisah saya ini dengan
“bagaimana cara kita sukses” yah, saya tak ingin orang lain menganggap saya so
tau karena saya berusaha mengajarkan orang lain untuk menjadi sukses dengan
umur dan pengalaman yang menurut orang dewasa masih terlalu minim. Baiklah
masuk pada intinya saya hanya ingin menjadi seseorang yang memberikan pengalaman dan sekedar informasi
kepada semua orang bahwa kesuksesan dapat di raih oleh siapa saja, siapa saja
yang saya maksud di sini bukan “sukses milik semua orang” yah memang menjurus
ke sana namun saya ingin melengkapi kalimat itu, kalimat yang selalu di
bicarakan oleh semua orang untuk memotivatori orang lain, bagi saya “sukses
milik kita semua” itu berarti kesuksesan akan di dapat oleh semua orang dimulai
balita, anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Mengapa saya menambahkan
kriteria orang yang dimaksud telah mendapatkan kesuksesan?. Saya hanya ingin
memperjelas saja menurut saya perkataan orang yang menyatakan kesuksesan milik
semua orang orang yang dimaksud disana adalah orang yang telah dewasa, yang
banyak sekali pengalamannya entah apakah itu benar atau tidak, namun bagi saya
bukan! kesuksesan dapat diraih oleh orang-orang yang saya sebutkan tadi di
atas.
Oh ya telah banyak saya
beerkata hampir saja saja lupa apa sih judul tulisan saya ini?????. Sebenarnya
saya tidak melupakan hal terpenting contohnya seperti ini saya tidak akan lupa
mengenai JUDUL TULISAN saya ini,
mengapa pada bagian atas yang biasanya tercantum judul tulisan telah saya
berikan simbol tanda tanya (?) alasannya
adalah hanya saja saya ingin membuat semua orang bertanya apa sih judul tulisan
ini dan membuat mereka ingin mengetahui tentang apa tulisan ini apa manfaatnya
sehinga mereka ingin membacanya mungkin ini pun telah masuk kedalam fikiran dan
menjadi pertanyaan pada saat anda melihat tulisan ini, ya anda yang saat ini
tengah membaca tulisan saya. Itulah cara saya menarik anda untuk membaca
tulisan ini.
Ya tulisan ini saya
beri judul “MERAIH SUKSES DENGAN OTAK
KANAN, USAHA DAN DOA”
Mengapa demikian?
Karena
1.
saya tipe orang yang lebih dominan
menggunakan otak kanan saya
2.
Usaha adalah cara untuk mendapatkan
suatu kesuksesan
3.
Doa itu sangat penting sekali untuk
sebuah kesuksesan
Sungguh alasan yang
begitu simpel dan sederhana, namun setia orang bisa saja mempunyai alasan yang
sama namun berbeda pemikiran mengapa dia telah memberikan jawaban itu atas
pertanyaan yang terlontar. Saya pun begitu saya mempunyai pemikiran atau
penjelasan mengapa saya memberikan judul itu.
Untuk arti dari kata OTAK KANAN
Kesuksesan itu bermula
dari cara kita berfikir. Apa kalian setuju dengan saya? Jika ya selamat anda
adalah tipe orang yang selalu memikirkan segala sesuatu dengan masak, kenapa?
Karena setiap orang yang berjalan atau melakukan sesuatu pasti bertujuan kepada
satu arah. Nah dengan adanya tujuan itu pasti awalnya kita berfikir bagaimana
kita dapat mencapai tujuan itu, bagaimana jika jalan yang kita tempuh itu ada
masalah sehingga kita tidak dapat melewati jalan itu?, apakah ada jalan lain?,
apakah ada cara bagaimana untuk tetap berjalan di jalan yang telah di
rencanakan tanpa resiko?. Itu semua harus anda fikirkan dalam mencapai sesuatu
jika anda berfikiran seperti apa yang baru saja saya katakan berarti anda tipe
perencana yang baik dan itu adalah tipe pemikiran otak kanan. Inilah ciri-ciri
pemikiran manusia yang lebih mendominankan otak kanan
|
Dominan
Otak Kanan
|
|
Menggunakan
perasaan
|
|
Berorientasi
secara keseluruhan
|
|
Melihat
imajinasi
|
|
Simbol dan
gambaran
|
|
Hari ini
dan masa depan
|
|
Filosofi
dan religi
|
|
Memahami
|
|
Mempercayai
|
|
Mengapresiasi
|
|
Mempersepsi
secara spasial/ruang
|
|
Mengetahui
kegunaan objek
|
|
Berdasar
pada fantasi
|
|
Berdasar
pada apa yang terjadi
|
|
Terburu-buru/tidak
sabar
|
|
Mengambil
resiko
|
Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing2 dalam
penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya. Hal
ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan
sejak dalam kandungan. Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun kiri
merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita
lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Allah, Sang Maha
Pencipta.
Dikarenakan kedua kecenderungan berpikir ini, baik
dengan otak kanan maupun dengan otak kiri merupakan ciptaan Allah, maka ada
baiknya kita masing2 membuka diri untuk menyelami dan menghayati keperbedaan
ini, dengan sikap yang positif.
Untuk arti USAHA
Usaha yang saya maksud
bukan usaha berdagang atau lain sebagainya. Usaha yang saya maksud adalah upaya
/ cara yang seharusnya kita semua lalukan untuk mencapai sesuatu impian kita.
Ingin saya berikan
beberapa contoh kecil?
1. Apakah anda sering melihat bayi
menagis?
Bayi itu menangis bukan
berarti dia cengeng atau karena memang dia anak kecil melainkan bayi itu sedang berusaha mendapatkan apa yang
dia inginkan, anda tau apa yang dia inginkan? Ya benar saja dia merasa haus dan
lapar karena dia belum pandai untuk berkata-kata jadi dia menangis, itulah
usaha yang dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia mau. Dan apa anda sempat
berfikir mengapa setiap kali bayi itu mengangis ibu selalu mengerti apa yang
kita inginkan? Karena ibu tau ibu merasakan, ibu melihat, dan ibu mendengar
betapa keras bayi kecilnya menangis pasti bayi itu menginginkan sesuatu.
2. Anak kecil yang menangis ketika
ingin sepedah
Ini pengalaman saya
sendiri, masih teringat jelas di memori saya bahwa ketika saya ingin sekolah kelas
1 sd saya telah melihat teman-teman saya yang telah memiliki sepedah bagus nan
keren tetapi saya belum mempunyai itu. Suatu ketika pada saat saya mulai
cemburu pada teman-teman saya saya berusaha untuk berbicara kepada ibu untuk
membelikan saya sepedah ibu merasa iba ketika mendengar dan melihat ekspresi
wajahku di saat aku menceritakan hal ini kepadanya. Namun apa daya ibu
berfikiran yang menurutku wajar pada saat ini tapi untuk pemikiranku pada saat
itu ibu tidak mengerti aku karena ibu berkata “memang kamu bisa de? Kamu ini
kan masih kecil nanti kalau kamu jatuh bagaimana? Nanti kamu terluka ibu tidak
ingin kamu terluka belum lagi nanti ayah bertanya mengapa dengkulmu ketika ayah
melihat jika kamu habis jatuh nanti”
Ucapan yang begitu
perhatian namun pemikiranku pada saat itu ibu tidak sama sekali mengerti aku
karena ibu telah melarang aku untuk bersepedah. Namun aku merengek pada ayah
untuk mengajariku menggunakan sepedah. Iya tentu saja ayah dengan tersenyum
langsung menggambilkan sepedah kakakku dan mengajakkku keluar rumah. Awalnya
aku menaiki sepedah aku di jaga oleh ayah (ayah memegangi sepedahku) dari
belakang, setelah ayah yakin aku bisa ayah mulai melepaskan aku, namun sayang
aku terjatuh akan tetapi ayah tak memarahiku ayah hanya tertawa kecil,
menghampiriku dan berkata “de jatuh pada
saat belajar sepedah itu wajar, jadi kamu tidak usah takut yah berusahalah
terus ayah yakin kalau kamu latihan setiap hari pasti kamu lancar menaiki
sepedah ini”. Selalu teringat dengan
kata-kata ayah jadi setiap sehabis pulang sekolah aku pasti meminjam
sepedah kakakku, yah walau terkadang tidak di ijinkan aku pasti memasang
wajahku yang sangat tidak mengenankan sekali (bukankah itu termasuk usahaku
untuk dapat meminjam sepedah kakakku?) hari demi hari aku belajar sepedah
akhirnya aku bisa oh yah tak ku sangka ternyata yah dan ibu memperhatikan aku
dari jendela rumah. Suatu ketika saat aku sedang asyik bermain sepedah ayah
memanggilku menyuruhku untuk ikut dengan ibu, hem aku tak tau ibu ingin pergi
kemana namun aku ikut saja karena aku tau jika ibu mengajakku untuk pergi pasti
itu adalah tempat yang menyenangkan, aku dan ibu pergi menggunakan kendaraan
umum di perjalanan aku bertanya “bu kita ingin kemana?”
ibu tersenyum dan
berkata “kita ingin kepasar”
aku bertanya kembali
“ko ke pasar siang-siang bu?biasanya kan pagi-pagi”,
ketika ibu ingin
menjawab pertanyaanku ternyata kami sudah sampai langsung saja ibu membayar
ongkos dan kami pun turun, setelah itu kami berjalan menuju toko sepedah,
“bu?” panggilku
Ibu menjawab “apa de?”
aku bertanya kembali
“ko kita kesini bu?”
ibu tersenyum dan
menjawab “iya de kita kan kesini ingin membeli sepedah untuk kamu, kamu mau kan
de?”
aku terdiam dan sedikit
berfikir namun ibu kembali melontarkan pertanyaan “kamu mau yang mana
de?pilihlah mana yang kamu suka”
aku menjawab “benar yah
bu?” aku memilih sepedah yang ada keranjang di depannya dan berwarna pink (merah
muda) wrna kesukaanku.
Setelah memilih, dan
membayar aku berucap pada ibu “bu terimakasih yah”
ibu hanya mengelus
kepalaku dengan penuh kelembutan, oh yah aku bersama ibu pulang dengan becak
aku dan ibu duduk di dalam sedangkan sepedahku di pangku oleh ibu dan aku.
Sesampainya di rumah aku menghampiri ayah “ayah terimakasih ya telah membelikan
aku sepedah”
ayah tertawa dan
berkata “ya dede”.
Pesanku diceritaku yang
ini adalah “JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK
MENCOBA” mencoba seperti yang aku lakukan, di mulai meminta di belikan
sepedah, meminjam sepedah kakak, dan meminta ayah untuk mengajariku sebagai
bukti bahwa aku benar-benar ingin bisa memiliki dan menaiki sepedah.
3. Aku Tidak Mengerti
Kebanyakan dari teman
sd ku sebelum sekolah dasar mereka masuk TK terlebih dahulu. Namun aku bisa
membaca, menulis dan berhitung karena ibu dan ayah selalu mengajariku sewaktu
aku belum sekolah, dimulai dari majalah-majalah anak kecil , buku gambar, koran
yang menarik semua ibu dan ayah bahkan kakak memperlihatkan itu kepadaku dan
mengajariku, jadi pada saat aku masuk sd aku tidak khawatir, sayang sekali
walau aku dapat membaca dan berhitung tapi aku belum terbiasa dengan belajar
yang benar-benar belajar. Pada saat ulangan aku menangis karena aku tidak
mengerti, ibu yang sedang berada di luar menungguku langsung saja ku hampiri
terhampiri. Pada saat di tanya oleh ibu mengapa aku menangis aku menjawab “bu
aku tidak mengerti pulang saja yuk tapi aku sudah berusaha menyelesaikannya”.
Ibu melihatku dengan tatapan penuh tanda tanya, tapi ibu senang karena aku
sudah menyelesaikan ulanganku. Tidak seperti yang lainnya mereka merengek
keluar namun belum menyelesaikaannya. Ibu patut bangga denganku. Setelah
kejadian itu ibu menyuruhku untuk les dengan guru wali kelasku, pada saat itu
wali kelasku adalah ibu maya masih
sangat teringat jelas sekali karena saya sangat menyayanginya tanpa dia aku
hanyalah murid yang biasa saja. Setiap sore hari aku pergi kerumahnya untuk
les. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun selama 5 tahun
aku les bersamanya bahka dia telah memperlakukanku seperti anaknya sendiri. Oh
ya hasil dari lesku selama 5 tahun
adalah aku selalu mendapatkan rangking 1 di kelas dan itu setiap semesternya,
bahkan hingga aku kelas 6 dan lulus dari sekolah itu. Sungguh tak pernah ada
usaha yang sia-sia, aku tak menyesal telah kehilangan waktu bermainku di sore
hari, karena aku sudah cukup puas bermain pada saat sepulang sekolah. Aku hanya
ingin aku dapat berhasil di kelas dan membanggakan kedua orang tuaku. Dari
cerita ini apakan anda dapat menyimpulkan apa kesimpulan dari ceritaku yang
ini?. Apa menurut anda?. Kalau menurut saya “TAK SEMUA WAKTU UNTUK BERMAIN, COBALAH BERUSAHA UNTUK MEMBAGI WAKTUMU
SEBAIK MUNGKIN, KARENA ITU MENENTUKAN BAGAIMANA MASA DEPANMU KELAK”
4. Memasuki Masa Remaja
Usiaku saat itu 13
tahun tepatnya kelas 1 SMP yah aku telah memasuki masa remajaku, contohnya aku
sangat senang sekali bermain ku akui sangat jarang sekali aku belajar aku
selalu saja bermain bersama teman-temannku, entah kapanpun waktu itu. Tapi
awalnya aku tak di ijinkan oleh ayah dan ibu untuk pergi bersama teman-temanku
namun aku merengek memohon pada ayah dan ibu agar aku di ijinkan main seperti
teman-temanku yang lain, dan hasilnya tentu ayah dan ibu memberikanku ijin aku
senang sekali pada saat dimana aku setara dengan teman-temanku. Tapi setelahnya
aku meminta lebih aku meminta ayah dan ibu mengijinkanku untuk pergi pada malam
hari. Aku tau ayah dan ibu sangat mencemaskanku ketika aku ingin pergi malam
hari namun ayah dan ibu tak mau mengecewakanku karena teman-temanku telah
menunggu aku di depan rumah, tapi sayang aku selalu mengecewakan ayah dan ibu.
Sangat sering sekali aku di marahi ayah dan ibu karena terlalu sering bermain.
Tapi mau bagaimana aku sangat menyukainya ketika itu. Suatu ketika aku pergi
bersama teman-temanku ke sebuah Mall yang terdekat dari rumahku. Aku sangat
senang sekali menonton film Bioskop seperti biasa sebelum menonton kami makan
dahulu, nah pada saat makan aku tak mengerti karena ada beberapa temanku
membawa rokok, aku terheran heran dan bertanya “loh? Ko lu bawa rokok?”
salah seorang temanku
menjawab “iyah nis kenapa emang?”
aku menjawab “engga
apa-apa kok Cuma heran aja ko lu ngerokok berani banget”
temanku “iyah kenapa si
nis engga apa-apa ko lu mau?”
aku menjawab “ah engga
makasih deh”
saat sampai di rumah
aku langsung bercerita kepada ibu “bu tau engga?”
ibu menjawab “kenapa
de”
aku “masa tadi kan aku
nonton yah bu eh makan dulu bu sebelumnya eh masa temen-temen aku ada yang
ngerokok bu”
ibu “terus kamu ikutan
de?” aku “engga lah bu aku udah cukup buat ibu sama ayah kecewa dengan bermain
terus aku tidak ingin menambah kekecewaan ibu dan ayah”
ibu “iyah de ibu dan
ayah selalu memarahimu karena ibu dan ayah sangat menyayangimu” aku “aku tau bu
maka dari itu aku tidak ingin membuat ayah dan ibu malu dengan kelakuanku”
ibu “sudah de kamu
tidak ikut-ikutan mereka juga ibu sudah buat ibu lega, ini lah yang ayah dan
ibu takutkan takut kamu mengikuti jejak teman-temanmu”
aku “iyah bu aku tak
menyangka mereka sangat berani sekali, tapi tidak semua teman-temanku seperti
itu bu hanya beberapa saja dan kebanyakan dari mereka sepertinya mereka
melakukan itu tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya karena kedua orang tuanya
sibuk bekerja”
ibu “ iya de itu salah
satu dampak dari kurangnya kasih sayang”
aku “kasih sayang bu?
Memang iyah? Berarti aku beruntung yah bu karena walau ayah sibuk bekerja
tetapi pada saat weekend ayah libur dan ada waktu bersama ku untuk memancing
(aku dan ayah sangat senang sekali memancing) terlebih ibu, ibu ada di rumah
menungguku saat aku pulang sekolah, menawariku makan bahkan ibu selalu
menyuapiku ketika aku makan ikan (karena aku takut menelan tulang ikan)”
ibu “iyah ibu dan ayah
berusaha membahagiakan kamu dan kakak de”
aku “terimakasih bu”
ibu “iyah dede”
bagitulah percakapan ku
dengan ibu, oh yah aku sangat dekat
sekali dengan ibu apapun yang aku lakukan di sekolah aku selalu bercerita
kepada ibu, dan ibu mendengarkanku, bagiku ibu adalah pendengar yang baik untuk
aku.
Suatu ketika pada saat
aku sedang belajar ternyata nama aku, dan teman-temanu di panggil oleh guru BP
melalui radio sekolah. Aku merasa keheranan dan cemas dan ternyata benar saja
kami semua di panggil karena ada salah seorang kami melaporkan pada guru BP
kami karena telah melihat kami merokok. Di sana aku menangis, menangis karena
aku tidak melakukan ibu walau ibu tau aku tidak merokok namun ibu pasti malu
untuk datang ke sekolah hanya untuk menghadiri panggilan seperti itu yang ibu
mau hanya panggilan karena prestasi. Aku sempat kecewa kepada teman-temanku
pada saat mereka tidak mengakui kesalahan mereka tak ada satu pun dari
teman-temanku yang mau mengakui bahkan mengeluarkan suara mereka, kata-kata
yang mereka ucap hanya “tidak bu kita tidak merokok” hanya kalimat-kalimat sanggahan
yang mereka lontarkan dan pada akhirnya untunglah teman ku yang melaporkan tak
mempunyai bukti yang kuat jadi kami semua pun terbebas dari hukuman baik
hukuman bersih-bersih maupun hukuman di skors. Aku sangat bersyukur sekali.
Sepulang sekolah aku dan teman-temanku berkumpul dan membicarakan hal ini namun
mereka menyalahkan temanku yang telah melaporkan, aku angkat bicara pada saat
itu “ kalian tuh bukannya bersyukur udah engga ketauan malah menyalahkan orang
lain”
Iyah wajah teman-temaku
memang tak enak sekali di pandang pada saat itu. Aku bergegas untuk pulang.
Saat sampai di rumah aku menghampiri ibu dan bercerita panjang lebar mengenai
kejadian hari ini di sekolah. Ibu tersenyum kecil dan berkata “iyah de yaudah
kamu harus bersyukur de udah jangan bermain dengan teman-temanmu yang seperti
itu”. Sejak saat itu aku jarang sekali bermain dengan mereka. Kebetulan pada
saat aku kenaikan kelas aku berpisah dengan teman-temanku. Aku satu kelas
dengan putri, diana, dela, dan yuli awalnya aku sangat dekat sekali dengan
putri, diana dan dela. Namun setelah duduk di acak akhirnya aku duduk bersama
yuli. Nah yuli inilah yang telah merubahku untuk menjadi seseorang yang baru. Aku berusaha merubah pola pikirku dan
merubah diriku untuk menjadi yang lebih baik Yuli sahabatku yang
mengajariku belajar ketika aku tak paham, yulilah orang yang aku tanya ketika
aku kebingungan, tapi aku tetap menjalin persahabatan dengan puput, diana dela,
dan amel walaupun amel beda kelas dengan ku. karena merekalah teman yang sama
sekali tidak merokok dan mereka sahabat terbaiku J . Terimakasih
ibu, ayah, dan sahabat karena kamu aku menjadi seseorang yang berusaha menjadi
anak yang membanggakan walau banyak teman-temanku yang tak menyukai perubahanku
tapi aku tak peduli itu. Yah begitulah kisah remajaku penuh dengan lika-liku
aku di pertemukan dengan teman-temanku yang sebagiannya nakal, kemudian bertemu
dengan teman-teman yang terbaik. Pesanku untuk cceritaku yang ini adalah “BANYAK TANTANGAN DI SAAT KITA INGIN
MENCAPAI SESUATU NAMUN BERFIKIRLAH UNTUK MENCARI JALAN KELUAR ATAU BAHKAN
MENCARI JALAN LAIN UNTUK TETAP BERJALAN MENUJU TUJUAN”
5. Menentukan Masuk SMK
Kelulusan di depan mata
ku dan teman-temanku. Dan pada saat itulah aku dan teman-temanku merasa
kebingungan akan melanjutkan kemanakah kami melak. Aku memutuskan untuk masuk
SMK namun banyak dari teman-temanku melanjutkan SMA karena bagi mereka SMA
adalah salah satu sekolahan yang menyenangkan di bandingkan dengan SMK. aku tak
begitu memperdulikan perkataan mereka. Aku masuk SMK pastinya mempunyai
beberapa alasan yaitu karena aku ingin membuat
diriku mempunyai beberapa bekal yang banyak jadi sewaktu lulus SMK aku dapat
bekerja dengan kemampuanku yang berkualitas dan berpotensi. Namun yang aku
fikirkan di manakah SMK yang tepat pada saat kebingungan ternyata ada siswa dan
siswi SMK Prudent School yang datang dan memberikan informasi mengenai sekolah
tersebut aku dan amel pun tertarik untuk masuk di sana, walau tempatnya jauh
namun tak apa aku ingin mendapatkan suasana dan pengalaman baru dan lebih
banyak lagi. Aku dan amel masuk SMK Prudent School walau pengumuman kelulusan
belum di informasikan namun aku dan amel telah resmi menjadi siswi SMK Prudent
School. Hingga saatnya pengumuman kelulusan telah diberitahukan akhirnya aku
lulus dengan nilai yang sangat memuaskan “32.40”. Langsung saja saya jelaskan
pada saat kesan pertama saya untuk SMK Prudent School, sungguh suasana yang tak
berbeda jauh dengan sekolah sebelumnya. Dan untuk peraturan yang menurutku
wajar dan sudah biasa jadi aku tidak keberatan dengan peraturan sekolah ini
hanya saja memang waktu belajarnya yang sangat lama, tapi aku berusaha untuk
bertahan karena sekolah sepanjang 8 jam kan itu juga karena untuk membiasakan
diri kita pada saat bekerja kelak. Namun sayang sahabatku amel dia tak bertahan
dia memutuskan untuk pindah sekolah awalnya aku ingin mengikuti amel tapi aku
berfikir kembali bahwa aku tak ingin membuat ayah dan ibuku terbebani dengan
kemauanku yang sangat membuat mereka pusing memikirkannya. Jadi aku tetap bertahan
di sekolah itu bagi ku sekolah SMK Prudent School adalah sekolah yang
sangat-sangat proffessional dalam mendidik siswa siswinya. Tak pernah aku
mendapat dan melihat sebuah pembelajaran seperti di SMK Prudent School ini. Di
sinilah aku mendapatkan sekali pencerahan dimulai dari seringnya kami diberi motivasi-motivasi oleh guru-guru kami,
di perlakukan seperti orang dewasa dan di fasilitasi sebuah suasana perkantoran
yang sangat real. Oh yah persahabatanku dengan teman-teman SMP ku tak terputus
kami saling berkomunikasi melalui media komunikasi walau aku adalah orang yang
jarang sekali berkumpul dengan mereka tetapi bukan berarti aku melupakan mereka mereka, hanya saja aku merasa ingin
memfokuskan diriku untuk mencapai impian-impianku yang telah aku rencanakan.
Sesekali aku pun berkumpul dengan mereka saling bertukar informasi mengenai
sekolah kami masing-masing namun pada saat aku menceritakan sekolah ku mereka
dengan bersemangat mendengarkan ceritaku dan berkomentar seperti “wah nis
sekolahan lu keren banget yah gue suka deh jadi dengarnya tuh engga nge
bosenin” aku bersyukur karena ada beberapa menyukai sekolahku namun ada saja
yang tak menyukai dengan ceritaku namun suatu ketika membicarakan mengenai
pelajaran temanku yang SMA ternyata baru mempelajari Ms. PPT wah aku langsung
menyambar dan berkata “lah?lu baru belajar PPT”
Temanku “emang lu
belajar juga?”
Aku “iyah dong”
Temanku “baru juga nis?
Aku “engga gue udah
lama udah dari kelas satu di ajarin PPT”
Temanku “oh gitu keren
dong nis”
Aku “iyah dong lu sih
suka jutek kalau gue lagi cerita kan engga boleh gitu tau kan sekolah SMA atau
SMK sama aja sama-sama menuntut ilmu”
Temanku “iyah deh nis
maaf yah”
Dari percakapan itu aku
dan temanku selalu sharing mengenai pelajaran-pelajaran. Pada suatu ketika
temanku yang lain sedang ada tugas dan dia memintaku untuk membantunya. Aku
dengan senang hati menolongnya oh yah jika salah satu dari kami meminta tolong
bantuan tugas kami pasti bertiga. Nah berhubung aku paling telat diantara
mereka jadi puput (nama temanku yang mempunyai tugas) telah mengerjakannya
sebagian dengan temanku yang lain. Pada saat sampai aku melihat hasil pekerjaan
puput dan temanku kemudian aku berusaha untuk menambahkan efek-efek pada
tulisan dan gambar. Hasilnya sangat menarik temanku yang siswi SMA mulai sejak
itu tak lagi meremehkan siswi SMK karena aku telah menunjukan bahwa siswi SMK
aku berbeda dengan yang lain. Namun apapun itu memang seharusnya temanku itu
harus saling menghargai sesama.
6.
Nilai Presentasi
Kelas dua SMK kegiatan
yang wajib ku ikuti adalah Prakerin (Praktik Kerja Industri) aku di tempatkan
di PT Industira sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang kelistrikan, aku
sangat bersyukur dengan tempat Prakerinku karena disanalah aku mendapatkan
sebuah motivasi baru aku telah di tempatkan di bagian terpenting untuk melakukan
produksi produk perusahaan. Aku mendapatkan dua pembimbing yang selalu
memotivasiku untuk terus berusaha dan pembimbing sekolah yang sangat luar
biasa. Kewajiban setelah melakukan Prakerin adalah Presentasi. Yah presentasi
mengenai prakerin. Saat ingin presentasi mula-mula aku mempersiapkan
bahan-bahan yang akan aku presentasikan, kemudian aku berusaha bertanya-tanya mengenai hal yang belum aku ketahui. Oh
yah pada saat aku berbincang dengan pembimbing kantorku, pembimbing kantorku
mengatakan seperti ini “nis kamu presentasi harus bagus loh”
Aku “iyah pak akan saya
usahakan”
Pembimbing “harus”
Aku “iyah”
Pembimbing “emang
berapa si nis target nilai presentasi kamu”
Aku “80 pak”
Pembimbing “ah kecil 90
berani gak”
Aku “wah berat pak itu
mah saya engga mampu”
Pembimbing “makannya
berusaha dong”
Aku “iyah deh pak tapi
kurangin lah pak”
Pembimbing “90 nisa”
Begitulah sedikit
percakapanku.
Tiba saatnya aku
selesai mengumpulkan semua bahan-bahan dan telah mengolahnya setelah itu aku
berusaha untuk mempelajari apa yang telah aku buat dan aku tumpahkan kedalam
Laporan Prakerin seperti makalah jenisnya. Aku
berusaha untuk mempelajari dan terus mempelajarinya. Hingga saatnya aku
presentasi aku pun membuka awal pembicaraanku dengan mengucap salam, setelah
itu aku mulai mempresentasikan semuanya. 20 menit aku berada di dalam ruang
meeting yang hanya berisi 4 orang aku, kepala sekolah, mentor serta evaluator.
Tangan bergetar, dingin, gugup semua merasuki raga namun aku berusaha menstabilkan fikiranku untuk tetap fokus dan menjawab
semua pertanyaan- pertanyaan yang terlontar. Namun seminggu kemudian hasil
pesentasi telah di umumkan dan ternyata nilaiku sangat memuaskan dan melebihi
targetku dengan pembimbing kantorku yaitu “95” wah sangat bangga saya pun
antara percaya dan tidak ketika melihat hasilnya. Aku bangga dengan apa yang ku
dapatkan dengan usahaku yang sangat luar biasa, walaupun pada awalnya aku tak
yakin bahwa aku dapat mencapai targetku terlebih lagi dengan bantuan nialai
Prakerinku aku mendapatkan peringkat 4 di kelas. Dan pesan saya untuk cerita
yang terakhir ini adalah “YAKINI DIRIMU
BAHWA KAMU ADALAH PEMENANG KAMU ADALAH PEMENANG DAN KAMU ADALAH PEMENANG”
Untuk pengertian DOA
Doa adalah memohon atau
meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan
hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa kepada Allah
SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya.
Maka dari itu doa
menjadi hal terpenting dalam mencapai kesuksesan. Terlebih lagi doa orang tua.
Mengapa demikian? Karena doalah yang nantinya menentukan setelah kita berfikir
keras dan melakukan usaha yang dapat kita lakukan.
Jadi bagaimana menurut
anda mengenai persepsi saya pada penjelasan awal yang saya katakan bahwa
kesuksesan dapat di raih oleh siapa saja dan orang itu bisa saja “Bayi,
Anak-anak, Remaja, Dewasa dan Orang tua. 1 kata motivasi saya untuk anda dan
untuk menutup tulisan saya ini adalah “SEORANG
BAYI SAJA BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN KESUKSESAN (APA YANG DIA INGINKAN) MENGAPA
KITA YANG SUDAH MEMPUNYAI BANYAK MENDAPAT PENGAJARAN, PELAJARAN DAN PENGALAMAN
TIDAK INGIN BERUSAHA MENDAPATKAN KESUKSESAN J”
SO,
SEMUA KITA YANG MENENTUKAN BUKAN ORANG LAIN MULAILAH DARI PEMIKIRAN, USAHA DAN
BERDOA. J
Terimakasih saya ucapkan kepada Bpk.
Muhammad Didi Ahmadi S.Psi yang telah memberikan saya kesempatan untuk menulis
mengenai kesuksesan sekaligus membuat saya menggali dan terus menggali apa yang
ada di fikiran saya untuk saya keluarkan bahkan saya tulis diatas lembaran
kertas putih ini. Kata demi kata saya tulis di mulai dari kepusingan membuat
dan memulai tulisan ini hingga inspirasi sehingga tulisan ini pada akhirnya pun
dapat teselesaikan pada tepat waktu.