Jumat, 28 November 2014

KEBUTUHAN BERAFILIASI, INTROVERSI KEPRIBADIAN SERTA KETERGANTUNGAN PADA FACEBOOK PADA MAHASISWA



Lanjutan Hasil dan Pembahasan

Hadi (1995) yang menyebutkan bahwa signifikansinya garis regresi dapat terinterpretasi dari dua hal yaitu:
a.  Antara kriterium dengan prediktor-prediktornya tidak terdapat korelasi yang signifikan.
b. Sebenarnya antara kriterium dan prediktor-prediktornya terdapat korelasi yang signifikan, akan  
    tetapi karena jumlah kasus yuang diselidiki tidak cukup banyak, maka korelasi itu tidak dapat
    diketemukan dalam perhitungan.

Menurut peneliti hipotesis kedua tidak terbukti karena individu dengan kebutuhan afiliasi tinggi dalam hal ini lebih memilih melakukan hubungan sosialnya secara langsung.

Menurut Suyanto & Ariadi (2004) bentuk kemampuan berhubungan sosial adalah suatu keadaan dimana individu melaksanakan komunikasi dengan individu yang lain, pada masa lalu, sekarang, atau masa akan datang dengan berhadapan langsung atau berjauhan tempat dengan suatu objek tertentu.

Hubungan sosial akan terjadi apabila terpenuhi dua syarat yaitu:

a. Adanya kontak sosial
    Berdasarkan sifatnya kontak sosial dibagi menjadi dua yakni:
    1.Primer
       Jika kontak sosial itu terjadi secara langsung (face to face) atau ada hubungan fisikal  
       (Soekanto, 2002).   
    2.Sekunder
       Jika hubungan itu terjadi melalui perantara orang atau media lainnya atau dengan kata lain 
       gejala sosial tersebut terjadi tanpa harus menyentuh orang lain (Soekanto, 2002).

b. Adanya komunikasi
    Kebutuhan berafiliasi seseorang menurut Peplau & Perlman (1992), dapat terpenuhi dengan cara
    mengadakan kontak sosial seperti menghubungi atau mengunjungi teman.

Uji korelasi antara introversi kepribadian dengan ketergantungan facebook diperoleh ry1-2 = 0,189 dengan p = 0,015 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga diterima yaitu ada hubungan positif yang signifikan antara introversi kepribadian dengan ketergantungan facebook. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Fulk (1990) bahwa pemilihan media dipengaruhi tidak hanya oleh karakteristik media yang digunakan tetapi juga oleh karakteristik individu dan konteks sosial dengan siapa individu berhubungan. Karakteristik individu adalah kepribadian (Minsky & Marin, 1999). 

Individu dengan introversi kepribadian dapat menggunakan media facebook untuk menumpahkan segala pikiran dan perasaan dengan orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Itriyah, 2004). Individu introvert cenderung menggunakan IT untuk aktivitas solitaire, misalnya browsing informasi dan membaca berita (Maldonado, dkk, 2001).

Data ini diambil berdasarkan jurnal :


Minggu, 09 November 2014

Pengalaman Pertama Menggunakan Internet


Pengalaman pertama saya saat menggunakan internet pada saat kelas 1 SMP dimana di zaman SMP pada tahun 2007-2008 telah hadir sebuah sosial media yang bernama “Friendster”. Kemudian “Friendster” ini telah menjadi sebuah trend untuk zaman itu. Awal menggunakan internet saya diberikan arahan oleh teman saya. Saya menggunakan pertama kali melalui handphone. Oh ya “Friendster” ini dapat membuat saya atau bahkan kita yang menggunakannya menjadi lebih kreatif, kenapa? Karena “Friendster” ini memiliki sebuah background dimana background ini dapat kita ganti sesuai dengan keinginan kita, intinya kita dapat mengekspresikan diri kita ke dalam “Friendster” yang kita miliki, namun sayang jika membuka “Friendster” pada handphone memiliki sebuah keterbatasan yaitu kita tidak dapat mengganti background, background itu hanya dapat diganti menggunakan komputer. Maka dari itu jika ingin mengganti background untuk “Friendster” saya selalu ke warnet atau warung internet bersama teman-teman saya. Sedang asyik asyiknya dengan “Friendster” muncul sebuah aplikasi sosial media yang baru, yaitu “Facebook”. Dari “Friendster” kemudian saya beralih ke “Facebook” hingga akhirnya “Friendster” telah ditiadakan. Saya tak tau kapan “Friendster” ditiadakan. Saya sangat senang bermain “Facebook” di warnet karena menurut saya memainkan “Facebook” di handphone atau di komputer lebih asyik di komputer. Selain segi layar yang lebih besar, saya juga bisa sambil mengerjakan tugas sekolah, seperti mencari materi-materi untuk presentasi dan sebagainya.

Biasanya saya mencari materi-materi tugas saya selalu membukanya melalui “Mozilla Firefox” itu jika saya mencarinya lewat komputer. Lain halnya jika melalui handphone saya menggunakan “Opera Mini”.

Saya sangat senang dengan adanya internet pada saat saya SMP karena menurut saya internet ini sangat menyenangkan. Oh ya untuk masalah sebuah privasi awalnya di “Friendster” saya tidak pernah memajang foto diri saya, maklum lah saya masih ragu-ragu pemikiran saya selalu negatif takut di simpan cowok tidak jelas lah, takut disalah gunakan lah, pokoknya macam-macam lah pemikiran saya menjadi satu.
Saat ditiadakannya “Friendster” membuat saya sedih karena saya mulai menyukai “Friendster”. Tapi apalah daya saya bukan siapa-siapa saya mulai beralih di “Facebook” saya mulai memberikan foto diri di “Facebook” yang sewajarnya dan teman “Facebook” saya rata-rata adalah orang yang saya kenal untuk menghindari sebuah masalah yang tidak-tidak dan saya juga memprivasikan akun "Facebook" saya diluar dari teman-teman saya.
Selain menggunakan “Facebook” sebagai sebuah akun pribadi yang dilakukan untuk mencari teman baru, saya juga telah menyukai semua kutipan, atau berita-berita yang diberitahukan secara online atau menggunakan internet di “Facebook”. Sebuah halaman yang menyediakan berita-berita terupdate telah membuat saya menyukai halaman tersebut, dan juga halaman tersebut otomatis memberikan berita-berita terupdate. Contohnya seperti Beritasatu.com, dan Kompasiana.com

Saat saya masuk SMK Prudent School pengalaman saya menggunakan internet semakin bertambah karena di sekolah saya absen menggunakan sistem online, sudah sering mengirim tugas melalui email, selain itu saya sering menggunakan “Mozilla Firefox” untuk mencari contoh-contoh surat karena saat SMK saya mengambil jurusan Administrasi Perkantoran yang sering berlatih untuk membuat berbagai macam surat.

Dengan perkembangan zaman yang semakin pesat saya mulai mengikuti trend menggunakan handphone yang bisa melakukan browsing, di handphone saya itu saya mulai mengetahui ada lagi aplikasi sosial media namun ini lebih khusus karena kita dapat chating melalui handphone, nama aplikasinya adalah “Whatsapp”. Oh ya setelah beberapa tahun “Facebook” terkenal dan banyak yang menggunakan aplikasi ini, ada sosial media terbaru yang muncul yaitu “Twitter” dimana cara pemakaiannya kurang lebih sama, bisa membuka “Facebook” atau “Twitter” melalui komputer ataupun handphone. Kini pada tahun 2014 telah banyak bermunculan aplikasi sosial media yang muncul, untuk yang umum adalah: “path”, “instagram”. Untuk yang lebih khusus lagi ada “BBM”, dan “Line”.
Namun saat ini penggunaan sosial media secara umum jarang saya gunakan, karena saya lebih merasa nyaman dengan menggunakan aplikasi sosial yang khusus seperti : “BBM”, “Whatsapp”, dan “Line”. Sama halnya seperti alat yang saya gunakan yang tadinya pada saat SMP saya selalu ke warnet sekarang saya hanya perlu duduk di depan monitor “laptop” dan jika ingin menjelajahi atau sekedar browsing saya telah menggunakan “modem”.

Saat saya lulus SMK saya mencari informasi universitas yang ada jurusan psikologinya dan saya menemukan website Universitas Gunadarma yaitu www.gunadarma.ac.id di website itu saya mengetahui info-info mengenai Universitas Gunadarma dan saya juga baru mengetahui bahwa Universitas Gunadarma di cabang karawaci dekat dengan tempat tinggal saya sudah dibuka karena Universitas Gunadarma sudah terkenal baik secara akademik maupun non akademik maka pilihan hati saya jatuh padanya :). Saat perkuliahan di Universitas Gunadarma dimulai saya mempunyai pengalaman baru dalam berinternet, tepatnya adalah saya lebih sering sering dan sering lagi menggunakan internet dalam urusan perkuliahan, dari melihat jadwal perkuliahan saya bisa melihatnya di BAAK.gunadarma.ac.id, melihat Satuan Acara Perkuliahan (SAP) berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah di sap.gunadarma.ac.id, untuk mengetahui info-info kemahasiswaan seperti rangkuman nilai, acara seminar, dan masih banyak lagi saya bisa melihat di studentsite.gunadarma.ac.id.


Menurut saya internet adalah sebuah program yang sangat membantu setiap orang contohnya seperti saya yang sudah menggunakan internet mulai dari SMP, SMK, dan Kuliah dari sekedar sosial media sampai tugas :) .

Sekian cerita pengalaman pertama saya saat menggunakan internet.



Sabtu, 21 Desember 2013

PACAR MAKAN TEMAN



Karya Titin Dewi J.P



Matahari mulai mendaki kaki sang langit. Perlahan-lahan beranjak dari peraduannya, hingga kehangatannya mulai terasa oleh makhluk-makluk bumi. Tak begitu panas, namun cukup hangat hingga membuat orang malas keluar rumah lantaran takut kena sinar UV. Namun bagiku itu adalah anugrah, karena dengan begitu aku bisa nyuci baju yang belum aku cuci seminggu dan menumpuk di pojok kamar kecil kosan ku.


Aku Vika, sejak awal masuk kuliah di Universitas Jember aku tak pernah punya kenalan cowok yang cocok di hatiku buat jadi pacar plus driver buatku. Yahhh…. Akhirnya gini deh, kemana-kemana harus on foot with my soulmate, Tiara. Tapi gag papa, karena temenku yang satu ini gokil banget, waaupun sebenernya kita udah sahabatan dari awal masuk SMK, tapi kegokilannya jadi makin parah setelah masuk kuliah ini.


Tak kusangka nomor nyasar dua hari yang lalu menjadi awal dari cerita ini. Awalnya sih dia kirim message ke aku. Akunya sih biasa aja, kan emang dasarnya cewek cuek-cuek gitu. Padahal kalo’ dicuekin balik pasti gag mau.
“Mau aku jemput gag..?? mau yaa.. yaaa..yaaa… sekalian ketemuan gitu”, katanya lewat sms yang dikirim ke my cell phone setelah aku bilang kalo’ aku lagi di bus, habis mudik. Dan aku iya’in aja. 



Kan lumayan dapet ojek gratis. Hehehe…
Ketika aku turun dari bus aku bingung yang mana orangnya, karena ini adalah pertama kita ketemu semenjak kita chat lewat message seminggu yang lalu. Dan di seberang jalan tepat arah jam dua belas aku melihat sesosok tubuh sedang menunggu. Mungkinkah dia..??
“Vika yaaa…,” katanya sambil menghampiriku.
“Iya… kamu Findra ta…??” sahutku kemudian.
Lalu dia menjabat tanganku seperti orang maaf-maafan pas lebaran. Aku tertawa dalam hati. Akupun berfikir kekonyolan macam apa ini hingga membuatku salah tingkah seperti ini. Tanpa ku sadari aku senyam-senyum sendiri tak tau apa yang sedang ku fikirkan.
“Thanks ya… dah nganterin jemput and nganterin aku ke kosan..” kataku sesampainya di depan pintu gerbang kosanku yang agak mewah itu.
“Oke… kalau butuh apa apa hubungi aku, jangan sungkan sungkan…” jawabnya sambil melontarkan senyuman.


Dan Findra pun berlalu pulang. Namun benakku masih merekan jelas bayangannya. Tak kusangka dia orangnya baik, enak diajak ngomong, lucu, nyambung, and yang terpenting aku ngerasa nyaman didekatnya. Duuhhh… kok jadi aneh gini sih aku..
“Kenapa kamu senyam-senyum gitu, kesambet setan darimana loe chuy…”, celetuk sahabatku Tiara yang tiba tiba muncul di hadapanku.
“Gila loe, aku kaget nie..” sahutku.


Aku pun berlalu meninggalkannya yang masih melongo kayak kebo di depan pintu kamar gara gara heran lihat aku senyum senyum. Mungkin dia baru sadar kalau senyumanku ini bisa mengalihkan dunianya. Dan itulah yang terjadi, dunianya beralih menjadi dunia yang penuh tanda tanya.
Lama lama aku kasihan juga melihat sahabatku, dari tadi aku saksikan wajahnya menyimpan pertanyaan. Akhirnya aku putuskan untuk menceritakan apa yang membuat aku seperti ini. Dan dia Cuma melongo, dan kali ini dia gag kayak kebo tapi lebih parah lagi, dia kayak sapi ompong yang gag punya gigi. Namanya aja ompong jelas aja gag punya gigi, dasar oon gue.


Tiga hari kemudian aku diajak nonton sama Findra. Setelah nonton kita berdua dinner, terus muterin alun-alun gag jelas tujuannya sambil ngobrol gag jelas juga. Lalu kita berhenti di kedai ice cream cone kesukaanku and Tiara. And disitu dia nyatain perasaannya sama aku. Dia nembak aku. Dan aku langsung kena tembakannya. Jadi malam itu aku jadian sama dia.
Seminggu berlalu, dan aku punya rencana nyomblangin Tiara sama sepupunya Findra, Herma namanya. Dua hari kemudian mereka jadian. Dan itu tandannya aku berhasil jadi mak comblang. Wahh, jadi kayak kontak jodoh aja nih aku.
“Besok mudik gag chuy..??” Tanya Tiara sepulang dinner sama Herma.
“Kasih tau gag yaaa…” celetukku menggodanya.
“Hhhmmm… kalo’ pulang sih ayo bareng aja, soalnya aku mau dianterin Herma, ntar kamu sama Findra yaaa…” terangnya kemudian.
Aku berpikir sejenak, lalu manggut manggut pertanda setuju.


Waktu mudik pun tiba. Sudah biasa bagi anak kos seperti kami selalu pulang saat week end tiba, jika nggak punya uang. Tapi kalo’ masih full kantongnya kami hanya menunggu next week end. Namun mudik kali ini akan lebih panjang karena seminggu full kita libur untuk minggu tenang. Suara sepeda motor yang berhenti di depan gerbang kosanku membuatku harus cepat cepat keluar, karena aku tau kalo’ itu Findra and Herma driver and co driver kami. Hehehe.


Dan benarlah bahwa mereka telah siap untuk mengantar para putri ke istana. Akhirnya kamipun meluncur menuju ke terminal Pakusari, tempat dimana aku dan Tiara biasa menunggu bus. Sesampainya di terminal kami berempat saling chatting. Findra pacarku, asyik ngobrol dengan sahabatku Tiara tanpa menghiraukan keberadaanku dan Herma. Namun aku tak curiga sedikitpun, karena aku percaya sahabatku tak mungkin menyakitiku.


Bus yang kami tunggu-tunggu akhirnya tiba. Dan kami pun berpisah. Setelah aku dan Tiara masuk ke dalam bus, Tiara cerita tentang apa yang dia omongin sama Findra tadi. Sahabatku ini memang selalu terbuka denganku. Apapun yang ia rasakan entah itu sedih atau bahagia, pasti dia selalu menceritakannya padaku.


Suatu sore setelah dua hari aku berada di rumah, Tiara memberi tau aku kalau dia putus sama Herma. Aku tanyai apa alasannya putus, dan dia menjawab kalau ternyata Herma sudah punya pacar. Aku jadi ngerasa bersalah sama dia, karena aku yang menyomblangkannya dengan Herma. Tapi aku berusaha menenangkan diri dan mencoba menghibur sahabatku itu. Akhirnya diapun merelakan hubungannya yang harus kandas secepat itu.


Tak kusangka kalau putusnya Sahabatku dan Herma akan berimbas padaku. Dua hari kemudian Tiara memberitahuku sebuah berita yang sebenarnya tak ingin kudengar, karena itu sungguh membuatku muak. Sebenarnya aku tak mau mengingatnya, tapi karena aku harus bercerita padamu jadi terpaksa deh ku buka kembali memori otakku untuk mengingat kata kata itu. Dan inilah kata-katanya lewat message yang dikirimkan padaku..
“Chuy kamu ngerasa aneh gag sih sama Findra..?? masa’ dia bilang gini ke aku… I LOVE YOU..”
Dan setelah itu aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Findra. Walau aku tau sahabatku tak mungkin menghiraukan kata-kata itu. Namun aku ngerasa Findra memang bukan untukku dan dia kayaknya gag beneran sayang sama aku. Buktinya dia masih ngelirik sahabatku. Bahkan disaat statusnya masih pacaran denganku dia berani bilang LOVE pada sahabatku sendiri.



PROFIL PENULIS

Nama : Titin Dewi J.P
Facebook : thychothevylietax64@facebook.com