Sabtu, 21 Desember 2013

Puisi Matematika Cinta



Oleh : Didi (Sinetron Putih abu-abu)

Mungkin di satu sisi kamu tak mengerti
Kenapa segi empat harus terbelah dua
menjadi sebuah segitiga

Mungkin di lain sisi kamu tak peduli
Kenapa aku sangat rindu kita bersama menjadi se-iya
juga sekata

Mungkin di satu sisi kamu tak paham
Kenapa di dunia ini harus ada sinus, cosinus, dan juga tangen

Mungkin di lain sisi
Hatimu tak pendam rasa yang di hatiku selalu ada
Dan yang semua kenal bernama
Kangen

Tapi misteri sebuah segi tiga
bisa dipecahkan dengan rumus
tinggi kali lebar bagi dua

Jadi misteri antara kita berdua
bisa diselesaikan dengan rumus
kangen tambah sayang
adalah
CINTA

Globalisasi Menguasai Budaya Bangsa !


Karya: Siti Risnawati :D


Sudah tidak asing lagi untuk kita mendengar kata globalisasi, pengaruh bangsa luar    yang masuk kenegara kita. Dengan perkembangan zaman yang semakin modern beberapa dari kita lebih banyak mengikuti arus globalisasi dari pada terus melestarikan budaya yang ada dinegara kita. Maka dari itu Bangsa Indonesia harus siap menerima kenyataan masuknya pengaruh bangsa luar ke negara kita, termasuk kebudayaan di negara kita. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.


Mendengar istilah kebudayaan, kebudayaan itu berkaitan dengan nilai – nilai yang dianut oleh masyarakat terhadap berbagai hal, apalagi yang kita ketahui negara kita bermacam – macam suku yang memang dari suku – suku tersebut memiliki suatu unsur budaya yang unik, dan tidak di miliki oleh suku – suku yang lain, seperti misalnya tarian, pakaian, musik, rumah adat dan lain lain. Proses saling mempengaruhi adalah suatu hal yang wajar dalam suatu interaksi masyarakat, karena sebelumnya bangsa Indonesia sendiri telah mengalami proses di pengaruhi dan mempengaruhi. Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia.


Dahulu banyak orang yang suka dengan musik dan tarian tradisional, bahkan diusia dini mereka mempelajari musik dan tarian tradisional. Tetapi berbeda dengan sekarang musik tradisional sudah jarang kita dengar, tarian tradisonal pun sudah jarang kita lihat. Karena di era globalisasi ini yang lebih banyak kita ketahui adalah musik – musik modern dan tarian modern yang memang asalnya adalah pengaruh dari globalisasi. Banyak anak – anak lebih senang mempelajari musik modern dan tarian modern sehingga pelestarian kebudayaan musik dan tarian tradisional mulai berkurang, dikarenakan kurangnya ketertarikan kepada kebudayaan tradisional.

Banyak yang mengatakan kalau belajar musik atau tarian tradisional itu sudah tidak jaman lagi, sekarang waktunya mengenal hal-hal yang modern musik modern, tarian modern, dan hal lain yang menjurus kepada modernisasi. Sehingga mereka lebih memilih untuk belajar hal – hal yang lebih modern dan mengikuti perkembangan jaman. Efeknya  adalah kebudayaan di negara kita seolah hilang.


Sekarang mulai masuk musik-musik yang berasal dari negara korea yang sering kita dengar dengan istilah K-POP (Korea POP), grup vokal yang biasa di sebut dengan nama boy atau girl band ini banyak di sukai anak – anak remaja saat ini, terutama para wanita, apalagi beberapa dari kita banyak yang mengikuti boy dan girl band asal korea tersebut. Dan musik K-POP sudah mulai menguasai industri musik di negeri kita, sehingga mulailah melemahnya musik – musik dan tarian tradisional yang harus kita lestarikan. Dengan semakin banyak nya musik – musik dan tarian modern masuk kenegeri kita semakin pula terlupakannya budaya – budaya tradisional yang ada di negeri kita dan mengakibatkan berkurangnya ke inginan untuk melestarikan budaya bangsa sendiri. Ironisnya kebudayaan – kebudayaan daerah semakin lenyap di masyarakat, bahkan yang kita tahu sedikit sekali untuk ketertarikan kita terhadap musik daerah atau tradisonal, karena musik – musik modern lebih menguasai ketertarikan kita saat ini. Menyedihkan bukan? Semakin kita mengikuti arus globalisasi rasanya semakin hilang pula rasa kita untuk lebih mengenal budaya bangsa kita sendiri. Mungkin mengikuti arus globalisasi bagi kaum remaja adalah hal yang menarik dan memang harus menjadi anak yang modern. Tapi jika itu semua harus menghilankan atau melupakan kebudayaan apa itu hal yang baik?


Banyak faktor yang menyebabkan budaya negeri kita di lupakan di masa sekarang ini, karena masuknya budaya luar. Sebenarnya tidak salah juga jika budaya luar masuk ke negara kita, asalkan budaya tersebut masih sesuai dengan kebudayaan bangsa kita. Namun kenyataannya budaya luar lebih mendominasi segalanya, sehingga budaya bangsa kita sendiri terlupakan. 

Dan bukankah kita para remaja adalah penerus bangsa yang harusnya melestarikan, menjaga dan mewarisi kebudayaan bangsa dengan kemampuan dan kreatifitas kita agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan mengharumkan nama Indonesia dan juga supaya tidak ada negara lain yang mengklaim keaslian budaya bangsa kita yang memang itu adalah milik kita dan salah satu aset berharga bagi bangsa kita. Jadi sebagai anak bangsa yang baik kita tidak harus selalu mengikuti arus globalisasi yang mungkin nantinya akan membuat kita melupakan kebudayaan kita sendiri, kita seharusnya bangga menjadi Putra dan Putri Indonesia dengan terus melestarikan budaya bangsa kita sampai dengan anak cucu kita.

Biografi Ibu Fatmawati



Memang, sosok ibu yang satu ini, tak banyak keluar dalam forum publik, namun kiprahnya di balik pak Soekarno yang senantiasa mensupport suaminya tersebut sehingga bisa sukses adalah salah satu peranan ibu yang satu ini.
Beliau bernama ibu fatmawati.
Fatmawati yang bernama asli Fatimah (lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 – meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun) adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.
Fatmawati lahir dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah.Orang tuanya merupakan keturunan Puti Indrapura, salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ayahnya merupakan salah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu.
Pada tanggal 1 Juni 1943, Fatmawati menikah dengan Soekarno, yang kelak menjadi presiden pertama Indonesia. Dari pernikahan itu, ia dikaruniai lima orang putra dan putri, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.
Makam Fatmawati di TPU Karet Bivak, Jakarta
Pada tahun 14 Mei 1980 ia meninggal dunia karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari Mekah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta.

Sabtu, 23 November 2013

BIARKAN AKU PERGI


Disaat  semua seakan datar
Saat hati tak lagi mencintai
Saat jantung tak berdetak kencang saat bersamamu

Saat itulah
Ku mohon tinggalkan aku
Jangan paksa aku tuk bertahan
Bertahan diatas penderitaan

Bagimu
Mungkin rasa lelah dalam cinta adalah hal biasa dan dapat diatasi
Tapi percayalah
Kamu tak mengerti apa yang kurasa

Cintaku tak seperti dahulu
Tak lagi berkembang
Semua terasa hilang

Hanya satu yang ku ingin
Tinggalkan aku, ku mohon
Ini bukanlah sebatas lelah
Tapi ini adalah batas ku mencintaimu telah usai

Terimalah kenyataan ini
Jangan selalu memaksaku untuk terus mencintaimu
Aku hanyalah manusia biasa
Yang ingin berhenti ketika semua harus dihentikan

Harus bagaimana ku jelaskan
Bahwa ini adalah akhir batas aku mencintaimu
Jangan paksa aku untuk tetap bertahan
Biarkan aku seperti kupu-kupu

Yang ingin terbang bebas di angkasa :')

HARUSKAH AKU BERTAHAN

Haruskah aku bertahan
Untuk membuat dirimu bahagia
Haruskah aku mencoba tersenyum
Walau dalam hatiku ingin menangis?

Haruskah aku menjadi seorang pembohong
Untuk membuatmu tersenyum
Haruskah?
Haruskah?

Entah mengapa
engkau tak melepaskan aku saja
biarkan aku pergi
mencari kebahagiaan

walau bahagiaku, bukan denganmu
tapi ....
aku selalu mengingatmu
karena kamu telah menjadi salah seorang yang membuatku bahagia

aku bukanlah seseorang yang lupa akan semua orang yang ada di sekelilingku
aku akan tetap menyanyangimu
tapi ku harap
jangan meminta diriku untuk menyayangimu berlebihan

karena hanya sebatas kerabatlah aku menganggapmu :’)



Kamis, 21 November 2013

NEGERIKU INDONESIA

Banyak orang yang membicarakan dia
Dia yang mempunyai banyak keindahan
Keindahan alam bagai surga
Surga dimana tempat semua orang merasa nyaman tinggal disana

Dia yang memiliki banyak pegunungan
Untuk di daki
Dia yang memiliki banyak pulau 
Untuk disebrangi
Dia yang memiliki banyak lahan 
Untuk kita tanami
Dia yang banyak menyediakan fasilitas untuk kita menjalani kehidupan

Dia kaya
Bahkan sangat kaya
Namun sayang,
Dia terlupakan

Dia adalah negeri terindah
Dia adalah Indonesia
Tempat ku tinggal
Tempat yang ku cintai

Banyak yang tak sadar akan keindahannya
Banyak yang mengaku berasal dari sana
Namun banyak pula yang tak mencintainya
Mengatakan hal buruk tentang dia

Aku yakin
Mereka semua yang mencaci maki dia adalah orang-orang yang tak mempunyai rasa terimakasih
Padahal mereka telah membangun rumah mereka di atas tanah negeri ini
Menggunakan air dari pegunungan negeri ini untuk mereka minum
Memakan buah-buahan hasil bumi negeri ini

Sungguh begitu baik dan sempurna Tuhan menciptakan negeri ini
Namun apa balasan dari mereka?
Meresa merusak surga dunia ini 
Mereka membuat negeri ini seakan terhina
Mereka banyak melakukan perbuatan-perbuatan keji
Mereka yang meninggalkan Indonesia dengan alasan Indonesia tidak lebih baik dari negeri lain

Tidakkah mereka berfikir?
Indonesia sangat kaya
Mengapa mereka tidak mencoba untuk membangun negeri yang sudah indah ini
atau mungkin merekalah yang kurang pandai dalam menjaga dan membangun negeri ini

Aku sebagai anak Indonesia 
Ingin merubah cara pandang mereka
Bahwa Indonesia ini negeri yang begitu indah
dan akan menjadi lebih indah lagi
Dengan adanya kepedulian setiap masyarakat di dalamnya.